Jumat, 16 Mei 2014

Suara Anak Kecil di Lampu Merah

Sinar matahari pagi menusuk mataku yang masih terlelap. Aku terpaksa membuka mata dan aku baru saja tersadar semalam aku tertidur di fly over dengan beberapa lembar koran yang ku peluk semalaman. Matahari pagi ini cukup cerah membuat jalanan yang tadi malam basah diguyur hujan perlahan mengering, pelangi juga sudah menampakkan dirinya, aku lekas berdiri dan mencari teman-temanku yang lain.

"Hei, sini!" salah satu dari anak-anak itu melambaikan tangan kepadaku, aku berlari ke arah mereka. "Sini-sini" ajaknya ketika aku tepat berdiri di sampingnya yang lahap memakan nasi bungkus yang entah dari mana ia dapatkan.

Aku duduk di sampingnya, menaruh koran-koran yang tidak laku itu di samping kiriku dan mulai menyantap sarapan pagi ini. "Dari mana kau dapat?" tanyaku kepadanya.

"Makan saja" ia tak banyak bicara, anak-anak yang lain juga tidak banyak bicara, mereka sibuk menyuap nasi dengan tangan-tangan mungilnya. Senyum itu kembali lagi aku lihat pagi ini. Aku senang pagi ini bisa memakan nasi yang masih layak, tidak seperti orang-orang bersepatu di luar sana, yang hobinya membuang-buang makanan saja.

Suara klakson ramai terdengar, orang-orang seakan perang dengan suara kendaraannya. Setiap pagi seperti ini, jalanan padat digunakan orang-orang yang tak saling mengalah yang menciptakan kemacetan, ujung-ujungnya kami yang di salahkan hanya karena kami meminta uang di setiap kaca mobil orang-orang kaya.

Aku terduduk kembali, hatiku seakan bergejolak ketika baru saja diteriaki seorang pria parubaya berkumis tebal dari dalam mobilnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah ku yang sedang memungut koran-koranku di depan mobilnya yang ingin melaju.
 Ketika semua orang hanya menyalahkan pihak kami saja tanpa melihat dirinya sendiri. Apa salah kami? Apakah kami hanya merusak pemandangan kota? Apakah kota ini harus selalu indah saat masih banyak orang-orang yang makan pun tak bisa? Haruskah kemiskinan itu disembunyikan?

Aku dan teman-temanku memang bukan siapa-siapa di sini, namun jalanan ini sudah bagaikan rumah kami, tempat kami makan, tidur, bahkan mencari uang, salahkah itu semua? Kami tidak pernah bermaksud merugikan anda-anda yang berseragam rapi dan berkendaraan, kami hanya ingin hidup nyaman; seperti kalian.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Gado-Gado Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template