Minggu, 13 April 2014

Sekolah, Mana Sekolah?

sumber gambar : alangsenja.files.wordpress.com

Sekarang anak SMP udah pada UN atau belum nih? Biasanya sih selain deg-degan karena udah mau UN atau bahkan galau karena udah mau meninggalkan sekolah sepaket sama kenangan dan teman-temannya pas SMP, ada satu hal yang selalu jadi beban pikiran anak SMP yang udah kelas 9; bingung mau sekolah dimana. Pas udah dapat sekolah yang jadi target, eh galau lagi keterima nggak ya?

Gue juga pernah kayak gitu. Bingung mau sekolah dimana, pengennya sih di salah satu SMA yang unggulan dan lumayan terkenal, cuma mikir lagi sekolah yang terkenal dan unggulan itu biasanya banyak saingan, makanya peluang untuk masuk ke sana hanya dengan mengandalkan otak itu kecil, so selain otak, hal yang harus dipersiapkan juga duit (you know lah buat apa).


Guenya sih biasa aja ya, beberapa minggu sebelum UN gue masih santai dan nggak ada rasa parnonya sedikit pun masalah dimana gue akan lanjut nanti. Cuma mama doang yang panikannya minta ampun, tiap hari pertanyaannya itu-itu terus; "lanjut dimana?" kalau gue jawab nggak tau, dia pasti bilang "Cari sekolah yang bagus, mama tinggal daftarkan terus temani tes" yowes berarti mama ngedukung gue dong dimana pun gue mau sekolah. Suatu hari mama nanya lagi dengan pertanyaan yang sama, "lanjut dimana?" gue jawab semua sekolah yang menurut gue unggulan dan terkenal, dengan alasan-alasan kenapa gue milih sekolah itu, dan pastinya gue juga kasih tau konsekuensi mendaftar di sana, lo tau mama bilang apa? "Oh oke, tapi coba daftar di bla bla bla, di sana lebih murni, nggak pakai sogok-sogokan bla bla. Atau masuk saja di SMA ini, SMK itu, bla bla bla" secara nggak langsung dia larang gue dong untuk daftar di list SMA yang pengen gue masukin. But gue ngalah, gue nggak pengen-pengen amat kok, ya minimal gue punya pilihan lah.

Sampai akhirnya gue rasa sifat ke-santai-an gue itu emang harus gue lawan, semua temen-temen udah pada punya target sedangkan gue seakan kayak let it flow aja, kalau dapat ya alhamdulillah, tapi kalau nggak dapat? masa iya gue nggak sekolah? Sejak itu gue mulai serius browsing sekolah-sekolah yang layak menerima gue apa adanya. Gue juga udah mulai serius baca brosur-brosur sekolah yang lagi promosi (biasanya gue buang atau gue jadikan pesawat-pesawatan). Gue juga udah mulai mempertimbangkan saran mama yang nyuruh gue masuk SMK (katanya biar gampang dapat kerja), disuruh masuk SMK tehnik, pariwisata, kesehatan, tata boga, apalah semuanya dah; gue juga disuruh masuk SMA ini itu mulai dari yang unggulan (yang jaraknya jauh banget dari rumah) sampai SMA yang gitulah (yang jaraknya 5 langkah dari rumah).

Salah satu temen ngajakin gue tes di salah satu SMK unggulan. Niat gue daftar di sekolah itu ya cuma 1; gue cuma nggak mau pisah sama temen dekat gue satu ini. Soalnya kalau dia nggak lulus di SMK ini, dia bakal dibawa pulang orang tuanya ke Bandung. Gue yang nggak mau pisah, ikut-ikutan aja. Kebetulan mama mendukung banget kalau gue masuk SMK, ya itu tadi alasannya biar dapat kerja (biar nggak sering minta-minta duit lagi kali ya). Lulus berkas, lulus tes tertulis, lulus psikotes dan tes kesehatan, finally gue resmi lulus di sekolah ini. Kabar baik? Yoi gue seneng banget bisa lulus dengan otak standar gue, tapi kabar buruknya lebih menyedihkan lagi, temen gue nggak lulus. Gila, rasanya pengen gimana gitu. Gue jadi nggak semangat sekolah di SMK itu, gue memutuskan untuk tidak mendaftar ulang. Tapi temen gue dan mamanya nyuruh gue untuk daftar ulang, harusnya gue lebih bersyukur bisa dapat sekolah secepat itu. Biar kedepannya nggak rempong daftar sana sini.

Nah setelah kegalauan mau milih sekolah yang mana udah kelar, kegalauan keterima atau nggaknya juga udah kelar, muncul lagi kegalauan baru; yakin gue mau sekolah di sini?

Gue galau berat, gue makan kaca, gue gali-gali pasir (kucing pengen boker kali). Pertama, gue sama sekali nggak pernah berfikir akan masuk ke sekolah ini. Kedua, impian gue sejak SD itu ya masuk ke SMA unggulan, bukan SMK unggulan. Tapi sayang impian SD gue itu udah nggak interested lagi pas gue SMP, jadinya nggak ngotot-ngotot banget pengen masuk ke SMA yang tadi. Gue juga mikir, kalau gue masuk SMK, gue bisa cepat dapat kerja, so gue bisa menghasilkan duit sendiri dong? Itulah yang jadi penyemangat gue (selain mama dan temen-temen) untuk daftar ulang.

Dan dengan hati yang sangat buat, sebulat donat yang dijual di kantin, gue fix akan mendaftar ulang. Melupakan semua kegalauan gue dan mencoba bersyukur akhirnya gue dapat sekolah yang menerima gue apa adanya, dibanding gue harus bersusah payah bersaing dan mengharapkan sekolah yang belum tentu kasih kepastian (alias PHP getoh)

Hikmah yang bisa gue ambil ada dua:

Pertama, emang lebih bagus kalau let it flow aja sih, maksud gue nggak usah lah banyak pilih-pilih, rejeki emang nggak kemana. Apa yang ditakdirkan Tuhan emang gue yakini itu yang terbaik. Pada akhirnya temen gue juga nggak jadi pindah ke Bandung dan tetap stay di sini hihi.

Kedua, emang bener "Tak kenal maka tak sayang" sebelum gue masuk ke sekolah ini ya gue cuma bisa judge yang nggak-nggak, dan akhirnya gue cinta-pake-banget sama sekolah gue sekarang, bahkan gue jadikan second home gue (maklum dari pagi sampai sore di sekolah terus).

Well, akhirnya di salanalah gue sekolah; SMK Telkom Sandhy Putra 2 Makassar yang udah megganti nama menjadi Telkom School Makassar (widih udah gaul pakai bahasa inggris). Dengan segala kegalauan gue, pada akhirnya gue seneng bisa sekolah di sini.

Sekali lagi, gue orang Makassar. Kenapa ka pake logat lo gue pae? Sok jakartaku mi. Baca mki ini

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Gado-Gado Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template