Pertama, kesibukan lo sebagai pelajar yang sibuknya kayak anak kuliahan
yang skripsinya di tolak terus dan minta direvisi sama dosen atau
tugas-tugas lo yang numpuk kayak cucian di belakang. Sekarang banyak anak sekolah yang sibuknya udah kayak anak kuliah. Berangkat pagi, pulangnya malam. Untung pulang, bisa jadi bang toyib tuh kalau nggak pulang-pulang. Tugasnya banyak, ulangannya suka mendadak, gurunya udah kayak dosen-dosen yang terserah dia mau masuknya kapan keluarnya kapan.
Dan untuk anak sekolah yang dapat kurikulum 2013, cara penilainnya juga udah kayak anak kuliahan, nilainya itu 1-4 kayak IP. Alhamdulillah gue gak dapat kurikulum 2013, kurikulum yang biasa aja udah bikin gue mabok. Untuk kurikulum 2013 ini yang SMA langsung pembagian juruan (IPA/IPS/Bahasa) sejak kelas X. Nah kalau SMK ada beberapa pelajaran yang dihilangkan (misalnya kimia) dan lebih merujuk ke pelajaran produktif untuk SMK Tehnik.
Anak sekolahan sekarang juga sering disuruh bikin makalah yang ujung-ujungnya ditolak terus minta direvisi ulang, ada satu kata yang typo pasti gurunya minta print ulang, ditolak lagi-di tolak lagi. Makalah aja bisa di tolak, apalagi cinta.
2. Jadwal sekolah yang nggak jelas
Ini mungkin banyak yang nggak tau, gue juga bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan beberapa sekolah, tapi ini fakta. Banyak sekolahan yang membebaskan muridnya datang jam berapa pulang jam berapa. Kalau kata guru matematika gue sih namanya "swasta 89", datang jam 8, pulang jam 9.
Anak-anak kuliahan kan gitu, tiap hari jadwal masuknya beda-beda. Miris juga lihat anak sekolahan yang kalau lagi jam sekolah malah keluyuran di tempat ngopi, karauke, atau bahkan mall. Begitu sampai di rumah ditanya sama orang tuanya alesannya "Gurunya rapat" atau "Pelajaran udah selesai", kasihan orang tuanya tuh, udah membiayai anaknya tapi anaknya malah menyia-nyiakan.
3. Gaya yang terlalu dewasa
Kasus ini udah banyak terjadi; khususnya untuk yang cewek-cewek. Gayanya yang terlalu dewasa jadinya muka kayak mbak-mbak SPG di supermarket dekat rumah. Nobody knows. Masih SMP/SMA gayanya udah rempong, bedaknya setebal aspal; tasnya sebesar tabung gas 3 kilo; isinya cermin, bedak, sisir, dan kawan-kawannya.
Gue sering stalk instagram orang-orang (yang nggak gue kenal) yang masih SMP/SMA /walaupun gue sering nggak sengaja nge-like foto mereka/, rata-rata emang style mereka udah kayak gitu, entah itu emang trend dan gue yang kampungan atau gimana gue nggak tau.
Gini ya *benerin sarung* kalau guru sering kasih kita tugas yang beratseberat cintaku padamu ya dinikmati aja. Walaupun gue juga kadang protes sama tugas-tugas yang banyak tapi libur nyaris gak ada, hitung-hitung itu gue jadikan pengalaman, kalau kerja pasti sibuknya akan lebih jadi kita udah terbiasa.
Memanfaatkan apa yang kita miliki sekarang, lebih banyak bersyukur, untung-untung kita bisa rasain duduk di bangku kelas masih dengan seragam dan gedung sekolah yang layak dibandingkan dengan orang-orang yang di luar sana yang jauh lebih membutuhkan pendidikan tapi apa daya mereka kalau nggak punya biaya.
Ya intinya sih kita sebagai anak sekolah yang masih muda nih harusnya bisa memanfaatkan waktu muda kita sebaik-baiknya, isi masa muda lo dengan hal-hal positif. Emang banyak yang bilang "Kapan lagi lo ngerasain bla bla bla kalau bukan sekarang (masa muda)" yaps itu emang benar, tapi kalau hal itu merusak masa muda lo bahkan sampai masa tua lo mending nggak usah deh. Remaja itu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, dewasakan pikiran dan sikap mulai dari sekarang.
Dan untuk anak sekolah yang dapat kurikulum 2013, cara penilainnya juga udah kayak anak kuliahan, nilainya itu 1-4 kayak IP. Alhamdulillah gue gak dapat kurikulum 2013, kurikulum yang biasa aja udah bikin gue mabok. Untuk kurikulum 2013 ini yang SMA langsung pembagian juruan (IPA/IPS/Bahasa) sejak kelas X. Nah kalau SMK ada beberapa pelajaran yang dihilangkan (misalnya kimia) dan lebih merujuk ke pelajaran produktif untuk SMK Tehnik.
Anak sekolahan sekarang juga sering disuruh bikin makalah yang ujung-ujungnya ditolak terus minta direvisi ulang, ada satu kata yang typo pasti gurunya minta print ulang, ditolak lagi-di tolak lagi. Makalah aja bisa di tolak, apalagi cinta.
2. Jadwal sekolah yang nggak jelas
Ini mungkin banyak yang nggak tau, gue juga bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan beberapa sekolah, tapi ini fakta. Banyak sekolahan yang membebaskan muridnya datang jam berapa pulang jam berapa. Kalau kata guru matematika gue sih namanya "swasta 89", datang jam 8, pulang jam 9.
Anak-anak kuliahan kan gitu, tiap hari jadwal masuknya beda-beda. Miris juga lihat anak sekolahan yang kalau lagi jam sekolah malah keluyuran di tempat ngopi, karauke, atau bahkan mall. Begitu sampai di rumah ditanya sama orang tuanya alesannya "Gurunya rapat" atau "Pelajaran udah selesai", kasihan orang tuanya tuh, udah membiayai anaknya tapi anaknya malah menyia-nyiakan.
3. Gaya yang terlalu dewasa
Kasus ini udah banyak terjadi; khususnya untuk yang cewek-cewek. Gayanya yang terlalu dewasa jadinya muka kayak mbak-mbak SPG di supermarket dekat rumah. Nobody knows. Masih SMP/SMA gayanya udah rempong, bedaknya setebal aspal; tasnya sebesar tabung gas 3 kilo; isinya cermin, bedak, sisir, dan kawan-kawannya.
Gue sering stalk instagram orang-orang (yang nggak gue kenal) yang masih SMP/SMA /walaupun gue sering nggak sengaja nge-like foto mereka/, rata-rata emang style mereka udah kayak gitu, entah itu emang trend dan gue yang kampungan atau gimana gue nggak tau.
Gini ya *benerin sarung* kalau guru sering kasih kita tugas yang berat
Memanfaatkan apa yang kita miliki sekarang, lebih banyak bersyukur, untung-untung kita bisa rasain duduk di bangku kelas masih dengan seragam dan gedung sekolah yang layak dibandingkan dengan orang-orang yang di luar sana yang jauh lebih membutuhkan pendidikan tapi apa daya mereka kalau nggak punya biaya.
Ya intinya sih kita sebagai anak sekolah yang masih muda nih harusnya bisa memanfaatkan waktu muda kita sebaik-baiknya, isi masa muda lo dengan hal-hal positif. Emang banyak yang bilang "Kapan lagi lo ngerasain bla bla bla kalau bukan sekarang (masa muda)" yaps itu emang benar, tapi kalau hal itu merusak masa muda lo bahkan sampai masa tua lo mending nggak usah deh. Remaja itu masa peralihan dari anak-anak ke dewasa, dewasakan pikiran dan sikap mulai dari sekarang.


0 komentar:
Posting Komentar