Jumat kemaren alhamdulillah dikasih kesempatan sama Allah untuk mengunjungi ciptaannya; Pulau Dutungan (Barru, Sulawesi Selatan), dalam rangka ikut kegiatan amal yang diselenggarakan oleh kakak-kakak Young Sailor Indonesia. Ini betul-betul kegiatan amal, karena duit gue gak keluar sedikit pun untuk kegiatan ini.
Namanya Pirates 2. Gue jelasin dulu acara ini apa. Jadi Pirates 2 adalah kegiatan untuk anak-anak panti asuhan yang akan diberikan beasiswa pendidikan sampai dia tamat kuliah nanti. Untuk dapat beasiswa, peserta harus mengikuti kegiatan (yang bertemakan bajak laut). Pokoknya lomba asik-asikan aja, ada lomba yang menguras otot ada juga yang menguras otak. Nah, karena ada banyak anak panti yang ikut, jadinya mereka butuh panitia yang banyak. Istilahnya butuh sukarelawan lah, nah gue ikut jadi sukarelawan.
Untuk ikut kegiatan ini, gak gampang. Gak gampang memantapkan hati, memantapkan pikiran, memantapkan planning, dan memantapkan izin dari orang tua
Untuk ikut kegiatan ini, gak gampang. Gak gampang memantapkan hati, memantapkan pikiran, memantapkan planning, dan memantapkan izin dari orang tua
Udah dari jauh-jauh hari gue diajak sama beberapa teman untuk ikut kegiatan amal ini, tapi dengan alasan 'malas urus ini itu' jadinya berkali-kali ajakan mereka gue tolak. Sampai akhirnya, entah gue dapat anugerah dari mana, pintu hati gue terbuka dan fikiran gue tergiur dengan ajak mereka yang keterakhir kalinya pada H-1 itu, jadilah gue fix ikut.
Malamnya gue udah sibuk-sibuk pilih barang apa aja yang mau gue bawa selama 3 hari 2 malam di sana. Sampai semua udah lengkap, sekitar jam 12 malam gue tidur karena besok pagi udah harus berangkat. so far i dont get any problem yet. Gue belum dapat masalah, belum.
Jumat pagi, jam setengah 5 subuh gue terbangun, tumben gue terbangun, tumben. Gue langsung packing karena malamnya barang-barang belum ada satupun yang masuk ke dalam tas. Terus mama masuk ke kamar. Di sinilah masalahnya pemirsa..
Alasannya karena ini kegiatan di luar sekolah, gue gak boleh ikut padahal malamnya gue udah dapat izin dari beliau, mama juga kasih tau apa-apa aja yang harus gue bawa. Tapi tetep aja gak boleh, dari jam 5 subuh sampai jam 7 pagi, gue ada perdebatan sama emak, karena gue ngotot gue nggak mau dan nggak akan mau membatalkan planning ke Pulau Dutungan waktu itu. Sampai gue nangis-nangis minta izin sama mama.
Ada banyak pertimbangan yang katanya harus gue fikir, resapi, hayati, dalami, dan pahami. Pertama, gue cewek (iya, cewek), kalau harus ikut kegiatan nginap selama 2 hari dan harus keluar pulau itu emang pengalaman pertama gue, makanya mama kurang yakin gue sanggup atau nggak. Kedua, ini pulau, pulau! "Kalau ada kenapa-kenapa? Mau kemana? Mau berenang ke luar pulau?" mama takutnya di sana terjadi hal yang nggak kita semua inginkan, dan untuk menyelamatkan diri pasti akan susah karena ini pulau, iya pulau. Ketiga, gue punya penyakit asma keturunan, bisa aja di sana asma gue kambuh atau semacamnya. Keempat, "kamu belum tahu angkernya disana" bahkan hal-hal mistis juga dibawa. Kelima, "di sana tidak ada guru yang ikut, jadi siapa yang urus kalian?" hey hey, kita udah bukan anak kecil lagi yang kalau makan harus disuap.
Dan pertimabangan-pertimbangan itu gue hargai dan gue mengerti. Mama cuma gak mau gue kenapa-kenapa, tapi kalau planning itu harus batal dalam H-2jam, apa kata orang? Gak mungkin kan. Gue akan malu ke temen-temen, alumni, dan diri gue sendiri. Dan dengan hati yang maybe sedikit agak kurang ikhlas, gue diizinin pergi ke sana. Alhamdulillah.
Dengan muka seadanya, mata bengkak, hidung merah, suara yang masih gitu deh kalau habis nangis, berangkatlah gue ke sekolah buat ngumpul sama temen-temen dan berangkat ke Pulau Dutungan!
Ke Kabupaten Barru mungkin 3 jam-an lah, dan dari Kab. Barru nyebrang ke Pulau Dutungan mungkin cuma 5 menit doang. Capek, lelah, lapar, ngantuk, dan mata yang sempat bengkak tadi pagi terbayarlah sudah dengan sampainya gue ke pulau Dutungan alhamdulillah dengan selamat. Kapan lagi kayak gini? Ada suara air, banyak pohon, sejuk, gak ada kebisingan, dan....................
Nanti gue lanjut di postngan berikutnya. Bye!;)
Ada banyak pertimbangan yang katanya harus gue fikir, resapi, hayati, dalami, dan pahami. Pertama, gue cewek (iya, cewek), kalau harus ikut kegiatan nginap selama 2 hari dan harus keluar pulau itu emang pengalaman pertama gue, makanya mama kurang yakin gue sanggup atau nggak. Kedua, ini pulau, pulau! "Kalau ada kenapa-kenapa? Mau kemana? Mau berenang ke luar pulau?" mama takutnya di sana terjadi hal yang nggak kita semua inginkan, dan untuk menyelamatkan diri pasti akan susah karena ini pulau, iya pulau. Ketiga, gue punya penyakit asma keturunan, bisa aja di sana asma gue kambuh atau semacamnya. Keempat, "kamu belum tahu angkernya disana" bahkan hal-hal mistis juga dibawa. Kelima, "di sana tidak ada guru yang ikut, jadi siapa yang urus kalian?" hey hey, kita udah bukan anak kecil lagi yang kalau makan harus disuap.
Dan pertimabangan-pertimbangan itu gue hargai dan gue mengerti. Mama cuma gak mau gue kenapa-kenapa, tapi kalau planning itu harus batal dalam H-2jam, apa kata orang? Gak mungkin kan. Gue akan malu ke temen-temen, alumni, dan diri gue sendiri. Dan dengan hati yang maybe sedikit agak kurang ikhlas, gue diizinin pergi ke sana. Alhamdulillah.
Dengan muka seadanya, mata bengkak, hidung merah, suara yang masih gitu deh kalau habis nangis, berangkatlah gue ke sekolah buat ngumpul sama temen-temen dan berangkat ke Pulau Dutungan!
Ke Kabupaten Barru mungkin 3 jam-an lah, dan dari Kab. Barru nyebrang ke Pulau Dutungan mungkin cuma 5 menit doang. Capek, lelah, lapar, ngantuk, dan mata yang sempat bengkak tadi pagi terbayarlah sudah dengan sampainya gue ke pulau Dutungan alhamdulillah dengan selamat. Kapan lagi kayak gini? Ada suara air, banyak pohon, sejuk, gak ada kebisingan, dan....................
Nanti gue lanjut di postngan berikutnya. Bye!;)

0 komentar:
Posting Komentar