Sabtu, 01 Juni 2013

Drama yang tidak ada endingnya

Entah skenario apa yang kau lakukan saat ini. Entah siapa sutradara di balik semua ini.  Mata, hati, dan ingatanku seakan menjadi kamera yang terus merekam tingkah lakumu kepadaku.

Kau sebagai tokoh utama dalam drama ini seakan menjadi.........-ah kau bukan pangeran, kau tidak tampan. Tapi kau bisa membuatmu tampan di mataku- dalam hidupku.

Entah ini memang masuk dalam skenario atau perasaan ini keluar dari skenario. Ya, aku tiba-tiba jatuh hati kepada seseorang. Ini bukan drama dengan cerita pasaran-ketika dua orang yang awalnya hanya berteman dengan saling ledek-ledekan tiba-tiba saling mencintai satu sama lain.

Dalam drama itu aku terlihat bodoh karena terlalu percaya akan kata-katamu dan membuat aku jatuh terlalu dalam, rasanya sulit untuk keluar. Ini memang bodoh, seharusnya aku mengikuti alur skenario, dan seharusnya aku hanya menganggapmu sebagai teman, tidak lebih.

Tapi aku juga bingung, apakah kau mengikuti alur drama itu atau kau juga terjebak dan keluar dari skenario drama? Kau memberikanku zona nyaman di sana, tidak sekalipun aku mencoba keluar. Ya, aku terlalu dalam, sulit untuk keluar.

Sehingga kita sama-sama melupakan skenario, kita sama-sama terlena, kita sama-sama masuk ke hati yang dalam. Dan hingga akhirnya kau tersadar, dan aku? aku masih di sana.

Perlahan-lahan kau mencoba keluar. Ya, kau keluar dan aku belum sadar. Tidak ada lagi kehangatan di sana, aku mulai tidak nyaman, perlahan aku tersadar.

Ya, kau mencoba mengikuti skenario itu, dan itu memaksakanku untuk melakukan hal yang sama. Kau tau? Berat rasanya memaksakan diri untuk keluar dari lubang yang dalam. Aku masih menunggu akhir cerita drama ini, ketika kau bahagia dan aku juga bahagia.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cerita Gado-Gado Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template