Aku mencari sumber suara itu. Ternyata telefon genggam yang kuletakkan di atas meja berbunyi. Aku berharap itu dari seseorang yang spesial.
Betul saja, namamu ada di sana. Kau tahu betapa senangnya aku? Kau tahu berapa kecepatan debar jantungku? Aku membuka pesan singkat itu dengan seulas senyum dibibirku, berharap kau mengirim permintaan maaf karena selama ini kau telah pergi dari kehidupanku.
Iya, aku terlalu berfikiran jauh, aku mungkin masih belum tersadar akan mimpiku semalam, ini bukan permintaan maaf atau semacam pesan singkat yang aku harapkan. Kau hanya mengirim sebuah pesan dari seseorang yang kau sampaikan padaku.
Aku mencoba membalasnya, hanya bilang "terima kasih telah menyampaikannya kepadaku" dan tidak ada balasan lagi, telfon genggam itu terdiam lagi.
Dan hari ini kau berhasil membuatku tertawa, tertawa akan kebodohanku sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar